Di suatu lingkungan kerajaan, hiduplah
sepasang suami istri yang sangat serasi. Dimana ada sang istri pasti di situ
pulalah sang suami dan apa yang dikatakan suami selalu di patuhi istri dan
sebaliknya. Hidup mereka di penuhi dengan kebahagiaan lahiriyah dan batiniyah.
Ekonomi dan keturunan adalah salah satu faktor yang mengurangi kebahagiaan
mereka. Tetapi berkat ke setiaan satu sama lain, membuat mereka menikmati
hidupnya dan tampak bahagia dengan kehidupan mereka yang mereka jalani.
Kebiasaan yang membuat mereka bisa menjadi bahagia adalah dengan selalu
bersyukur dan mengerjakan perintah allah baik yang wajib maupun yang sunah.
Setiap hari mereka mengerjakan sholat tahajjud bersama supaya allah memberi
mereka ketentraman hati dan kebahagiaan dunia akhirat.
Suatu
hari, sang istri membangunkan suami nya untuk melaksanakan sholat tahajjud “mas
bangun, yuk kita sholat tahajjud bersama” kata sang istri. “Iya, emang udah jam
berapa?”kata suami. “ Jam 3 mas” jawab istri. Kemudian mereka mendirikan sholat
tahajjud bersama. Setelah melaksanakan sholat tahajjud mereka berdo’a
masing-masing. Sang istri berdo’a “Ya
allah, berikanlah kami kebahagiaan dunia dan akhirat. Jagalah hati kami dari
perbuatan keji dan mungkar. Semoga engkau selalu menentramkan hati kami dalam
menjalani hidup ini”. Setelah sang istri berdo’a, dia meminta izin kepada suami
untuk tidur seraya menunggu sholat subuh. Kemudian sang istri tertidur di atas
sajadahnya dan masih mengenakan mukenah. Melihat sang istri tertidur, suami pun
ikut tertidur di atas sajadahnya dan
masih mengenakan peci dan kain sarung yang sedari tadi di kenakannya.
Sang
istri bermimpi bertemu dengan seorang bapak tua yang kemudian mengatakan
“pergilah ke tempat biasa nya kalian mengambil kayu bakar. Disana kalian akan
menemukan emas sebesar kepala phyton dan
di sebelah kiri dan uang seratus ribu di sebelah kanan. Kalian harus
memilih antara keduanya dan saya harap kalian memilih uang seratus ribu karna
akan lebih mendekatkan kalian kepada allah dan kebahagiaan akan mendatangi
kalian. Tapi sebelum mengambil keputusan kalian terlebih dahulu bermusyawarah”.
Kemudian sang istri terbangun dan jam telah menunjukkkan pukul 4 lewat 30 menit. Sang istri langsung
membangunkan suaminya untuk bersiap –siap mendirikan sholat subuh berjamaah.
Setelah
mereka mendirikan sholat subuh berjamaah, sang istri menceritakan mimpinya tadi
kepada suaminya. Sang suami tersenyum dan mengatakan kepada istrinya bahwa itu
hanya bunga tidur yang tak mungkin jadi kenyataan. Tetapi sang istri trus
mengatakan bahwa mimpinya seperti kenyataan. Maka dari itu, sang suami menuruti
apa yang dikatakan sang istri dan mempersiapkan peralatan untuk mencari kayu
bakar.
Sesampainya
di tempat yang sama persis dengan mimpi sang istri, mereka menemukan emas
sebesar kepala ular phytondi sebelah kiri dan uang seratus ribu yang di timpa
dedaunan di sebelah kanan. Sang suami terkejut melihat emas sebesar kepala
phyton dan mulai mendekatinya. Tetapi langsung di cegah oleh sang istri karna
sang istri teringat akan pesan bapak tua yang datang di mimpinya bahwa uang
seratus ribu itu lebih baik untuk mereka. “Bukankah uang seratus ribu itu lebih
baik dan lebih bermakna untuk kita” kata sang istri sambil menunjukkan uang
yang ditutupi oleh dedaunan. “ Kamu sungguh
bodoh, mana mungkin uang seratus ribu lebih baik dari pada emas sebesar
kepala ular phyton” kata sang suami dengan suara yang agak kasar. Kemudian
terjadilah pertengkaran mulut antara keduanya. Hati sang istri sangat sedih karna baru kali
ini sang suami mengeluarkan suara yang keras terhadap dirinya selama mereka
bersama. Tetapi dia tidak mau suaminya terlena akan kebahagiaan dunia sehingga
dia terus membantah apa yang di katakan suami nya. “ Kali ini aku yang membuat
keputusan” kata sang istri. Kemudian sang istri mengambil uang seratus ribu dan
seperti perjanjian didalam mimpinya, hanya satu yang dapat mereka pilih. Maka
ketika sang istri mengambil uang seratus ribu, emas sebesar kepala ular phyton
itu pun menghilang. Sang suami sangat marah dan mengatakan “ Gunakanlah uang
seratus ribu itu sesukamu. Sungguh aku sangat benci dan marah kepadamu”.
Setelah itu dia meninggalkan istrinya sendirian di hutan dan pulang ke rumah.
Sang istri sangat sedih, kemudian memohon dan berharap kepada allah supaya apa
yang menjadi keputusannya itu baik untuk dirinya dan suaminya. Kemudian diapun
mencari sedikit kayu bakar. Selanjutnya dia pulang ke rumahnya dengan perasaan sedih
karna suaminya meninggalkannya sendirian dan senang karna sudah mengambil
keputusan yang benar.
Sesampainya
di rumah, sang istri melihat penjual ikan yang kemudian meminta izin kepada
suami untuk membeli ikan tersebut. “
Mas, lauk kita apa? Kalau gak, ikan aja mas. Selagi penjual ikannya di depan
rumah” kata sang istri dengan suara yang lembut. “Beli saja apa yang mau kau beli. Sungguh kau
perempuan bodoh dan aku sangat benci kepadamu” kata sang suami dengan suara
yang cukup keras. Sang istri dengan sabar mendengarkan ocehan suaminya.
Kemudian dia membeli 2 ikan laut yang masih segar. Ketika sang istri sedang
membersihkan perut ikan, tiba-tiba kaluarlah 2 berlian sebesar genggaman tangan
anak usia 4 tahun. Tanpa pikir panjang, sebagai istri yang baik dia
memberitahukannya kepada suaminya.
Suaminya
sangat terkejut dan merasa sangat senang karna telah mendapatkan rezki lebih
dari emas sebesar kepala ular phyton itu. Kemudian dia mencium kening sang
istri dan mengatakan semua yang baik tentang istrinya. Sang suami memikirkan
apa saja yang mau dia belikan agar kebutuhan keluarga mereka terpenuhi. Belum
sempat dia memikirkan semuanya, datanglah pengumuman dari utusan kerajaan bahwa
berlian raja sebesar genggaman tangan anak usia 4 tahun telah di hilang. Setiap
rumah di periksa oleh prajurit kerajaan. Tibalah rumah sepasang suami istri ini
di periksa. Sang suami sangat ketakutan ketika prajurit kerajaan mulai memasuki
halaman rumahnya. “kami utusan kerajaan, tolong buka pintunya” kata seorang
prajurit sambil mengetok pintu rumah sepasang suami istri itu. Sang suami
sangat kebingungan untuk menyimpan 2 berlian yang sedang di tangannya. Sudah
lama prajurit mengetok pintu tetapi
tidak di buka, maka prajurit pun mendobrak pintu dan melihat 2 berlian di
tangan sang suami. Maka suami pun di bawa ke kerajaan dan di masukkan kedalam
penjara.
Para
prajurit membawa berlian yang mereka rampas dari sepasang suami istri tadi ke
hadapan sang raja. Sang rajapun memeriksa dengan sangat teliti berlian
tersebut, kemudian sang raja merasa bahwa berlian tersebut bukanlah miliknya
melainkan milik sepasang suami istri itu. “ini bukan berlianku, berlian ini
terlalu cantik. Berlianku memiliki goresan sedikit tetapi ini tidak ada goresan
sedikit pun. Kembalikan berlian ini kepada yang memilikinya dan katakan kepada
mereka permintaan maaf ku” kata sang raja. Kemudian para prajurit mengembalikan
berlian tersebut kepada sang istri dan sang suami pun di bebaskan dari penjara.
Sang istri sangat senang melihat suaminya keluar dari penjara sedangkan sang
suami sangat sedih karna masih memikirkan 2 berlian yang sudah di berikan
kepada sang raja. “ untuk apa kamu di sini. Untuk menertawa kan ku atau hanya
untuk melihat semua penderitaan yang aku alami di penjara” kata sang suami
dengan sangat marah. “ tidak mas, aku di sini ingin menyerahkan ini” kata sang istri sambil menyerahkan 2 berlian
yang meraka miliki. “ ini milik kita mas. Prajurit kerajaan hanya salah duga
dengan berlian ini. Ini rezki yang di beikan allah swt. Kepada kita” kata sang
istri. Sang suami sangat terkejut mendengar perkataan sang istri dan kemudian
bersyukur kepada allah atas rezki yang dia berikan. “ aku menyesal karna sangat
bernafsu menginginkan rezki yang berlimpah dari allah swt. Bahkan aku tidak
mengetahui bahwa rezki yang berlimpah itu adalah ujian dan cobaan kepada kita.
maaf kan aku ya, sudah memarahimu” kata sang suami sambil meneteskan air mata.
“ aku sudah memaafkanmu dan semoga kita dapat mengambil hikmah dari semua ini”
kata sang istri. Hidup mereka akhirnya kembali seperti dulu lagi. Penuh dengan
kebahagiaan lahiriyah dan batiniyah dengan harta yang berlimpah yang terus di
gunakan ke jalan allah swt.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar