Sabtu, 04 April 2015

Buah Kesabaran seorang istri



                       


                          Di suatu lingkungan kerajaan, hiduplah sepasang suami istri yang sangat serasi. Dimana ada sang istri pasti di situ pulalah sang suami dan apa yang dikatakan suami selalu di patuhi istri dan sebaliknya. Hidup mereka di penuhi dengan kebahagiaan lahiriyah dan batiniyah. Ekonomi dan keturunan adalah salah satu faktor yang mengurangi kebahagiaan mereka. Tetapi berkat ke setiaan satu sama lain, membuat mereka menikmati hidupnya dan tampak bahagia dengan kehidupan mereka yang mereka jalani. Kebiasaan yang membuat mereka bisa menjadi bahagia adalah dengan selalu bersyukur dan mengerjakan perintah allah baik yang wajib maupun yang sunah. Setiap hari mereka mengerjakan sholat tahajjud bersama supaya allah memberi mereka ketentraman hati dan kebahagiaan dunia akhirat.

                       Suatu hari, sang istri membangunkan suami nya untuk melaksanakan sholat tahajjud “mas bangun, yuk kita sholat tahajjud bersama” kata sang istri. “Iya, emang udah jam berapa?”kata suami. “ Jam 3 mas” jawab istri. Kemudian mereka mendirikan sholat tahajjud bersama. Setelah melaksanakan sholat tahajjud mereka berdo’a masing-masing.  Sang istri berdo’a “Ya allah, berikanlah kami kebahagiaan dunia dan akhirat. Jagalah hati kami dari perbuatan keji dan mungkar. Semoga engkau selalu menentramkan hati kami dalam menjalani hidup ini”. Setelah sang istri berdo’a, dia meminta izin kepada suami untuk tidur seraya menunggu sholat subuh. Kemudian sang istri tertidur di atas sajadahnya dan masih mengenakan mukenah. Melihat sang istri tertidur, suami pun ikut tertidur di atas sajadahnya  dan masih mengenakan peci dan kain sarung yang sedari tadi di kenakannya.
                       Sang istri bermimpi bertemu dengan seorang bapak tua yang kemudian mengatakan “pergilah ke tempat biasa nya kalian mengambil kayu bakar. Disana kalian akan menemukan emas sebesar kepala phyton dan  di sebelah kiri dan uang seratus ribu di sebelah kanan. Kalian harus memilih antara keduanya dan saya harap kalian memilih uang seratus ribu karna akan lebih mendekatkan kalian kepada allah dan kebahagiaan akan mendatangi kalian. Tapi sebelum mengambil keputusan kalian terlebih dahulu bermusyawarah”. Kemudian sang istri terbangun dan jam telah menunjukkkan pukul  4 lewat 30 menit. Sang istri langsung membangunkan suaminya untuk bersiap –siap mendirikan sholat subuh berjamaah.
                       Setelah mereka mendirikan sholat subuh berjamaah, sang istri menceritakan mimpinya tadi kepada suaminya. Sang suami tersenyum dan mengatakan kepada istrinya bahwa itu hanya bunga tidur yang tak mungkin jadi kenyataan. Tetapi sang istri trus mengatakan bahwa mimpinya seperti kenyataan. Maka dari itu, sang suami menuruti apa yang dikatakan sang istri dan mempersiapkan peralatan untuk mencari kayu bakar.
                       Sesampainya di tempat yang sama persis dengan mimpi sang istri, mereka menemukan emas sebesar kepala ular phytondi sebelah kiri dan uang seratus ribu yang di timpa dedaunan di sebelah kanan. Sang suami terkejut melihat emas sebesar kepala phyton dan mulai mendekatinya. Tetapi langsung di cegah oleh sang istri karna sang istri teringat akan pesan bapak tua yang datang di mimpinya bahwa uang seratus ribu itu lebih baik untuk mereka. “Bukankah uang seratus ribu itu lebih baik dan lebih bermakna untuk kita” kata sang istri sambil menunjukkan uang yang ditutupi oleh dedaunan. “ Kamu sungguh  bodoh, mana mungkin uang seratus ribu lebih baik dari pada emas sebesar kepala ular phyton” kata sang suami dengan suara yang agak kasar. Kemudian terjadilah pertengkaran mulut antara keduanya.  Hati sang istri sangat sedih karna baru kali ini sang suami mengeluarkan suara yang keras terhadap dirinya selama mereka bersama. Tetapi dia tidak mau suaminya terlena akan kebahagiaan dunia sehingga dia terus membantah apa yang di katakan suami nya. “ Kali ini aku yang membuat keputusan” kata sang istri. Kemudian sang istri mengambil uang seratus ribu dan seperti perjanjian didalam mimpinya, hanya satu yang dapat mereka pilih. Maka ketika sang istri mengambil uang seratus ribu, emas sebesar kepala ular phyton itu pun menghilang. Sang suami sangat marah dan mengatakan “ Gunakanlah uang seratus ribu itu sesukamu. Sungguh aku sangat benci dan marah kepadamu”. Setelah itu dia meninggalkan istrinya sendirian di hutan dan pulang ke rumah. Sang istri sangat sedih, kemudian memohon dan berharap kepada allah supaya apa yang menjadi keputusannya itu baik untuk dirinya dan suaminya. Kemudian diapun mencari sedikit kayu bakar. Selanjutnya dia pulang ke rumahnya dengan perasaan sedih karna suaminya meninggalkannya sendirian dan senang karna sudah mengambil keputusan yang benar.
                       Sesampainya di rumah, sang istri melihat penjual ikan yang kemudian meminta izin kepada suami untuk membeli ikan tersebut.  “ Mas, lauk kita apa? Kalau gak, ikan aja mas. Selagi penjual ikannya di depan rumah” kata sang istri dengan suara yang lembut.  “Beli saja apa yang mau kau beli. Sungguh kau perempuan bodoh dan aku sangat benci kepadamu” kata sang suami dengan suara yang cukup keras. Sang istri dengan sabar mendengarkan ocehan suaminya. Kemudian dia membeli 2 ikan laut yang masih segar. Ketika sang istri sedang membersihkan perut ikan, tiba-tiba kaluarlah 2 berlian sebesar genggaman tangan anak usia 4 tahun. Tanpa pikir panjang, sebagai istri yang baik dia memberitahukannya kepada suaminya.
                       Suaminya sangat terkejut dan merasa sangat senang karna telah mendapatkan rezki lebih dari emas sebesar kepala ular phyton itu. Kemudian dia mencium kening sang istri dan mengatakan semua yang baik tentang istrinya. Sang suami memikirkan apa saja yang mau dia belikan agar kebutuhan keluarga mereka terpenuhi. Belum sempat dia memikirkan semuanya, datanglah pengumuman dari utusan kerajaan bahwa berlian raja sebesar genggaman tangan anak usia 4 tahun telah di hilang. Setiap rumah di periksa oleh prajurit kerajaan. Tibalah rumah sepasang suami istri ini di periksa. Sang suami sangat ketakutan ketika prajurit kerajaan mulai memasuki halaman rumahnya. “kami utusan kerajaan, tolong buka pintunya” kata seorang prajurit sambil mengetok pintu rumah sepasang suami istri itu. Sang suami sangat kebingungan untuk menyimpan 2 berlian yang sedang di tangannya. Sudah lama  prajurit mengetok pintu tetapi tidak di buka, maka prajurit pun mendobrak pintu dan melihat 2 berlian di tangan sang suami. Maka suami pun di bawa ke kerajaan dan di masukkan kedalam penjara.
                       Para prajurit membawa berlian yang mereka rampas dari sepasang suami istri tadi ke hadapan sang raja. Sang rajapun memeriksa dengan sangat teliti berlian tersebut, kemudian sang raja merasa bahwa berlian tersebut bukanlah miliknya melainkan milik sepasang suami istri itu. “ini bukan berlianku, berlian ini terlalu cantik. Berlianku memiliki goresan sedikit tetapi ini tidak ada goresan sedikit pun. Kembalikan berlian ini kepada yang memilikinya dan katakan kepada mereka permintaan maaf ku” kata sang raja. Kemudian para prajurit mengembalikan berlian tersebut kepada sang istri dan sang suami pun di bebaskan dari penjara. Sang istri sangat senang melihat suaminya keluar dari penjara sedangkan sang suami sangat sedih karna masih memikirkan 2 berlian yang sudah di berikan kepada sang raja. “ untuk apa kamu di sini. Untuk menertawa kan ku atau hanya untuk melihat semua penderitaan yang aku alami di penjara” kata sang suami dengan sangat marah. “ tidak mas, aku di sini ingin menyerahkan ini”  kata sang istri sambil menyerahkan 2 berlian yang meraka miliki. “ ini milik kita mas. Prajurit kerajaan hanya salah duga dengan berlian ini. Ini rezki yang di beikan allah swt. Kepada kita” kata sang istri. Sang suami sangat terkejut mendengar perkataan sang istri dan kemudian bersyukur kepada allah atas rezki yang dia berikan. “ aku menyesal karna sangat bernafsu menginginkan rezki yang berlimpah dari allah swt. Bahkan aku tidak mengetahui bahwa rezki yang berlimpah itu adalah ujian dan cobaan kepada kita. maaf kan aku ya, sudah memarahimu” kata sang suami sambil meneteskan air mata. “ aku sudah memaafkanmu dan semoga kita dapat mengambil hikmah dari semua ini” kata sang istri. Hidup mereka akhirnya kembali seperti dulu lagi. Penuh dengan kebahagiaan lahiriyah dan batiniyah dengan harta yang berlimpah yang terus di gunakan ke jalan allah swt.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar