Pada
zaman dahulu kala, hiduplah seekor kucing yang sangat pemalas dan selalu
mengeluh akan hidup yang dia jalani. Sahari-hari dia mencari makan di tempat
sampah masyarakat di suatu pedesaan. Makanan sehari-harinya adalah makanan sisa
dari warga tersebut. Suatu ketika dia merasa tersiksa akan hidupnya, dan
berdo’a kepada allah “Ya allah, engkau mengetahui semua keadaan makhluk yang
engkau ciptakan. Aku merasa tersiksa
akan kehidupanku ini. Aku mohom supaya
engkau menjadikanku seorang manusia agar aku dapat hidup bahagia.” Dalam
sekejap allah mengabulkan do’a sang kucing dan dia berubah wujud menjadi
seorang manusia tapi tanpa sehelai benang pun di tubuhnya. Dia tetap pemalas
bahkan untuk mendapatkan makanan dan pakaian saja dia tidak sanggup. Dan
akhirnya dia kembali ke kebiasaannya yang dulu yaitu bergantung kepada sisa
makanan masyarakat desa dan pakaian yang dia dapat di tempat sampah salah satu
warga desa.
Semakin hari dia
bukannya bahagia malah menderita menjadi seorang manusia. Dia pun melamun dan
meratapi kehidupannya yang sangat hancur di bawah pohon yang rindang. Ketika
dia melamun , dia melihat ada kawanan burung yang terbang di angkasa yang
mencerminkan kebahagiaan yang mereka dapatkan. Kemudian dia berdo’a “ Ya allah,
aku sungguh tak memiliki apa-apa menjadi seorang manusia bahkan kebahagiaan
yang dulu aku inginkan tidak pernah aku rasakan. Izinkan aku menjadi seekor
burung yang dapat terbang bebas ke sana kemari tanpa merasakan bahaya dari
siapa pun. Aku dapat melihat dunia ciptaan mu ini sehingga aku dapat merasakan
kebahagiaan dalam hidup. Sungguh aku akan sangat bahagia jika engkau
mengabulkan do’a hamba.” Kemudian allah mengabulkan do’anya. Tubuh yang tadi
berwujud manusia kini telah menjadi seekor burung. Dia pun mulai terbang ke
sana ke mari sambil melihat lihat apa yang ada di bawahnya. Dia sungguh senang
karna bisa menikmati kehidupannya. Tapi tiba-tiba dia melihat Gunung yang
berdiri kokoh dan tinggi menghalingi pandangannya untuk melihat seluruh nya.
Kemudian dia pun mulai sedih dengan peristiwa
yang dia jalani. Dia pun berdo’a “ Ya allah, sungguh aku tak pernah menikmati
kebahagiaan yang engkau berikan. Izinkan aku kembali menikmatinya dengan wujud
sang Gunung supaya aku dapat melihat seluruh ciptaanmu tanpa ada halangan.”
Kembali allah mengabulkan do’a nya. Dia pun berubah menjadi gunung yang berdiri
kokoh, tinggi dan dapat melihat semua yang ada di sekitarnya. Belum sempat dia
menikmati kebahagiaan yang diberikan allah, dia kembali mengeluh dan sedih
melihat seekor tikus tanah sedang melobangi dirinya. Dia bertanya “ apa gunanya
tubuh besar kalau tidak dapat melindungi dirinya?”. Kemudian diapun berdo’a
kepada allah “ya allah, bagaimana caraku melindungi tubuhku dari makhluk kecil
ini. Aku sungguh tak bedaya. Dan aku mohon supaya engkau mengizinkan aku
menjadi tikus tanah yang dapat kemana saja dan bisa mengalahkan gunung sekali
pun”. Pada saat itu juga allah mengubahnya menjadi tikus tanahyang dapat pergi
kemana saja yang dia sukai.
Pada
suatu hari dia pergi ke rumah penduduk untuk sekedar jalan-jalan. Sesampainya
disana, bukannya kebahagiaan yang dia dapat melainkan ancaman dari seekor
kucing yang melihat dirinya. Dia sangat ketakutan dan dengan cepat dia
bersembunyi dibalik tanah. Dia sedih melihat situasi yang dia hadapi. Kemudian
dia berdo’a “ Ya allah, aku sangat menyesal dengan dosa-dosa yang aku lakukan
selama ini. Izinkan aku kembali menjadi seekor kucing supaya aku dapat
menikmati hidup yang engkau berikan. Aku tidak akan lagi meminta apa-apa lagi
dan aku akan mensyukuri hidupku”. Pada saat itu juga, dia menjadi seekor
kucing yang tidak pemalas lagi. Dengan
perjalanan hidup yang dia jalani, dia menjadi sangat bersyukur dengan hidupnya
kini dan tak pernah lagi mengeluh tentang kehidupannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar