Selasa, 31 Maret 2015

Cinta Sampai ke Syurga



             

                  Hidupku memang kacau. Kacau  karna aku tak dapat mengetahui arti hidupku di dunia ini. Yang ku tahu selalu bahagia dan jalani saja hidup ini dengan apapun yang engkau bisa lakukan. Hidup yang ku jalani sungguh hancur. Narkoba, zina, alcohol, membunuh, mencuri sudah menjadi kegiatan rutin yang ku lakukan setiap harinya. Aku disegani di manapun, tetapi aku tidak tahu sebenarnya mereka takut kepadaku bukan malah menghormati ku. Hari ini aku pergi ke mall dan ingin mencari korban curian di sana. Sesampainya di sana aku langsung memulai aksiku. Aku mencuri pakaian yang baru saja di beli oleh wanita yang nampaknya sih sholehah. Aku sangat senang karna dapat korban hari ini. Dan pakaian yang di belinya mungkin akan terjual dengan harga yang cukup tinggi.

               

                 Selama beberapa hari, kutawarkan pakaian itu kepada teman-teman dan orang yang menurutku punya uang lebih. Tetapi, tetap saja aku  tak dapat menjualnya. Perut ku mulai merasa lapar karna uang hasil curian mulai menipis karna terlalu banyak membeli alcohol dan narkoba. Maka, mau tidak mau aku harus mencari korban curian lagi.
                Sesampainya di suatu pemakaman umum, aku melihat gadis yang 3 hari lalu ku curi pakaian yang dibelinya. Dia sedang menangis di atas sebuah makam sambil berbicara sendirian. Aku penasaran, apa yang dikatakan perempuan itu. Aku pun mendekatinya dan akhirnya aku dapat mendengar apa yang dia katakan. “mas, pakaian yang dulu mas sukai dan ingin membelikannya kepadaku, sekarang sudah dicuri orang. Dan yang paling sedihnya lagi, pakaian itu satu-satunya di Jakarta. Maaf kan aku ya  mas. Aku tidak dapat memakainya di hari ulang tahun mu, seperti janjiku dulu” kata perempuan itu sambil meneteskan air mata.
                Aku sangat terpukul mendengar perkataan gadis sholehah itu. Apakah aku orang yang sekeji itu kepada perempuan sebaik dirinya? Kenapa aku bisa seperti ini? Kenapa? Kenapa?. Akhirnya aku pun meneteskan air mata tanpa diketahui perempuan itu karana aku berada di balik pohon di belakang tubuhnya. Tanpa pikir panjang, aku berlari ke tempat aku menyembunyikan pakaian wanita itu. Mungkin do’anya sudah di kabulkan oleh Allah swt. Untuk dapat memilikinya lagi.  Setelah dia keluar pemakaman, akupun menghampirinya seraya menyerahkan pakaiannya yang sudah aku curi. “ Ini pakaianmu, maaf ya sudah mengambil hakmu secara paksa”kataku. “kau sungguh tega mengambil  barang yang sudah dari dulu aku harapkan. Mohon ampunlah kepada Allah swt. Semoga dia mengampunimu” kata perempuan dengan wajah yang marah. Kemudian dia berlari ke arah utara dan selang beberapa menit, diapun datang kembali sambil mengenakan pakaian yang aku curi. “ terima kasih karna sudah mau menyerahkannya lagi kepadaku” katanya sambil tersenyum manis kepadaku dan kembali masuk ke pemakaman. Di sana dia berdiri di atas makam yang tadi sambil berkata “aku sudah menemukan baju itu mas. Pasti kau sangat bahagia di sana melihat aku mengenakan pakaian ini” katanya.
               
                 Setelah dia selesai, diapun keluar pemakaman dan akhirnya aku memberanikan diri untuk menyapanya. “ emang yang di pemakaman siapa?” kataku. “itu bukan urusan orang yang mengambil hak orang lain” katanya dengan suara agak keras. “maaf kan aku, aku sungguh menyesal dengan perbuatan ku selama ini. Allah saja mengampuni hambanya, apalagi hambanya dengan hambanya” kataku yang sok menggurui. “ iya, aku maafin. Tapi tolong jangan lakukan itu lagi karna itu akan menimbulkan dosa dan membahayakanmu” katanya. “ada juga ya yang perhatian samaku, ya” kataku sambil tersenyum kepadanya. “ itu bukan perhatian. Kita sebagai sesame muslim harus saling menasehati satu sama lain” katanya. “ oh iya, yang di pemakaman itu siapa?” kataku sambil penasaran. “ dia suamiku yang sudah lama meninggal dunia. Aku tidak memiliki siapa-siapa lagi selain dia. Ketika kami bersama, dia sangat mencintaiku dan dan ingin sekali melihat aku mengenakan pakaian ini. Tapi factor ekonomi tidak mengizinkannya sehingga dia berusaha keras untuk mendapatkan uang, yang kemudian digunakannya unuk membeli pakaian ini. Tapi yang ku takutkan datang, dia jatuh sakit dan meninggal dunia tanpa ku ketahui apa sebenarnya penyakit yang dia derita”katanya kepadaku dengan mata yang bersinar-sinar.
                Hatiku terpukul lagi, aku sungguh tega mengambil kebahagaian yang sudah dari dulu diharapkan perempuan ini. Aku berniat untuk bertobat dan ingin memperdalam ilmu agama dengan belajar kepadanya.
                Hari-hari berikutnya kami semakin dekat dan Alhamdulillah aku sudah mulai paham tentang agama islam. Semua kebiasaanku yang dulu telah aku tinggalkan. Tapi apalah yang mau dikata, narkoba dan kebiasaan ku yang dulu telah menempakkan dampaknya pada tubuhku. Aku positif HIV/AIDS. Akupun mulai jarang keluar rumah. Sudah 2 minggu aku tak pernah bertemu dengan perempuan sholehah itu lagi. Aku terus berdo’a kepada allah supaya memberikan yang terbaik untuknya dan semoga kami dapat berjumpa di akhirat kelak. Sekarang hari-hariku, kupersiapkan untuk menghadap allah swt. Mungkin hidupku takkan lama lagi.
                Suatu hari, datanglah kabar darinya bahwa dia menunggu ku di restoran tempat biasa kami bertemu. Kamudian aku menjumpainya dengan pakaian yang gagah dan rapi. Sesampainya di sana, dia menangis kemudian menceritakan bahwa dia mengidap kanker rahim stadium 3. Aku sangat terkejut dan hanya bisa memotivasinya untuk terus bertahan melawan penyakit itu. ketika pulang dia berkata ana uhibbuu ilallah. Aku tidak mengerti apa yang dia katakan. Aku hanya tersenyum mendengarnya sambil melihat dia pergi dan menghilang dari pandanganku.
                Se minggu kemudian, aku mendengar kabar bahwa dia telah tiada dan meninggalkan aku sendiri. Aku yang masih terkapar di tempat tidurku, ku paksakantubuh ku untuk bangkit agar dapat melihat bidadariku mulai terbang ke syurga. Ku paksakan berjalan walaupun batuk darah telah menyelimuti perjalananku.
               
                Sesampainya di pemakamannya, aku mulai menangis dengan hati seperti di sayat-sayat. Tapi semua nya berubah ketika dadaku terasa sangat sakit yang membuat jantungku melemah. Aku mengucapkan syahadat kemudian berkata “kita akan bersatu di surga, bidadariku. Tunggu aku”. Kemudian dunia terasa gelap dan tubuhku sangat lemah. Akhirnya aku menutup mata untuk yang terakhir kalinya di atas makam bidadariku yang sangat aku cintai.

Semoga sobat kukku dapat mengambil hikmah dari cerita ini.
Salam sobat kukku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar