Heru merupakan murid yang sangat disiplin dan rajin. Dia termasuk murid
yang biasa-biasa saja di sekolahnya. Tapi ada satu hal yang membuatnya
bingung dalam menjalani kehidupannya. Dia memiliki sangat banyak
cita-cita sehingga dia bingung untuk memilih salah satu dari
cita-citanya tersebut. Setiap kali gurunya bertanya tentang cita cita
maka dia akan mengatakan semua cita-citanya itu dan saat itu juga
teman-temannya mengejeknya dan menertawakannya..Mereka berkata “ kamu harus tahu diri untuk mencapai apa yang kamu mau”. Dan saat itulah semangat bergejolak mulai datang pada dirinya dan bertekat bahwa suatu saat nanti dia akan memperlihatkan apa yang di tertawakan oleh teman-temannya itu. Tetapi teman-temannya tidak tahu akan itu yang mereka tahu bahwa semangat Heru telah kendor dengan perkataan mereka itu.
Pada saat mendekati UN, Heru belajar dengan sangat giat bahkan semua
pelajaran SMA sudah ia kuasai dan dia juga mencoba untuk membahas soal
Perguruan tinggi. Dan akhirnya pada saat dilaksanakannya UN, Heru dengan
mudah menjawab semua pertanyaan yang telah disediakan. Setelah UN,
saat-saat yang ditunggu-tunggu pun tiba yaitu pengumuman kelulusan. Heru
sangat senang karna dia lulus dengan nilai terbaik. Dan dia bahkan
diterima di ITB jurusan perminyakan. Di PTN inilah bayang-bayang
temannya yang dulu menertawakannya kembali mengobarkan semangatnya dan
akhirnya dia lulus dari ITB dengan nilai jauh di atas rata-rata.
Kemudian dia ditempatkan di perusahaan SELANDIA BARU dan saat itulah
semua yang dulu menjadi impian dan cita-citanya terwujud. Dia menjadi
politkus terkenal, pengusaha yang sukses, pemotivasi, dan penemu unsur
yang belum di temukan oleh ilmuwan dunia. Saat dia kembali ke Indonesia,
yang pertama kali dia cari adalah teman-temannya yang dulu menertawakan
cita-cita dan impiannya. DAN juga untuk berterima kasih karna berkat
tertawaan teman-temannya itulah kemudian memberi semangat yang berkobar
hingga bisa mencapai semua impian dan cita-citanya.
PESAN MORAL:
- Jangan pernah menertawakan orang lain
- RAIHLAH SEJUTA CITA-CITA YANG ENGKAU MILIKI
by, Mahlil Risky Lubis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar