Selasa, 24 Maret 2015

MERAIH SEJUTA CITA-CITA

            Heru merupakan murid yang sangat disiplin dan rajin. Dia termasuk murid yang biasa-biasa saja di sekolahnya. Tapi ada satu hal yang membuatnya bingung dalam menjalani kehidupannya. Dia memiliki sangat banyak cita-cita sehingga dia bingung untuk memilih salah satu dari cita-citanya tersebut. Setiap kali gurunya bertanya tentang cita cita maka dia akan mengatakan semua cita-citanya itu dan saat itu juga teman-temannya mengejeknya dan menertawakannya..
Mereka berkata “ kamu harus tahu diri untuk mencapai apa yang kamu mau”. Dan saat itulah semangat bergejolak mulai datang pada dirinya dan bertekat bahwa suatu saat nanti dia akan memperlihatkan apa yang di tertawakan oleh teman-temannya itu. Tetapi teman-temannya tidak tahu akan itu yang mereka tahu bahwa semangat Heru telah kendor dengan perkataan mereka itu.
            Pada saat mendekati UN, Heru belajar dengan sangat giat bahkan semua pelajaran SMA sudah ia kuasai dan dia juga mencoba untuk membahas soal Perguruan tinggi. Dan akhirnya pada saat dilaksanakannya UN, Heru dengan mudah menjawab semua pertanyaan yang telah disediakan. Setelah UN, saat-saat yang ditunggu-tunggu pun tiba yaitu pengumuman kelulusan. Heru sangat senang karna dia lulus dengan nilai terbaik. Dan dia bahkan diterima di ITB jurusan perminyakan. Di PTN inilah bayang-bayang temannya yang dulu menertawakannya kembali mengobarkan semangatnya dan akhirnya dia lulus dari ITB dengan nilai jauh di atas rata-rata. Kemudian dia ditempatkan di perusahaan SELANDIA BARU dan saat itulah semua yang dulu menjadi impian dan cita-citanya terwujud. Dia menjadi politkus terkenal, pengusaha yang sukses, pemotivasi, dan penemu unsur yang belum di temukan oleh ilmuwan dunia. Saat dia kembali ke Indonesia, yang pertama kali dia cari adalah teman-temannya yang dulu menertawakan cita-cita dan impiannya. DAN juga untuk berterima kasih karna berkat tertawaan teman-temannya itulah kemudian memberi semangat yang berkobar hingga bisa mencapai semua impian dan cita-citanya.


PESAN MORAL:
-   Jangan pernah menertawakan orang lain
-   RAIHLAH SEJUTA CITA-CITA YANG ENGKAU MILIKI

by, Mahlil Risky Lubis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar