KHUSNUL KHOTIMAH
Dalam kehidupan yang kita jalani ini memang sudah wajar
antonim itu selalu ada. Tapi antonim yang tidak pernah di pisahkan adalah
adanya orang yang soleh dan orang pendosa. Kali ini kukku akan menceritakan
tentang seorang pendosa yang mati khusnul khatimah. Pasti para sobat bingung,
kenapa seorang pendosa yang kerjaannya cuman mengumpulkan dosa dengan hal-hal
yang di larang allah bisa mati dalam khusnul khatimah. Kita tak perlu bingung,
karna semuanya urusan allah dengan hambanya. Bukan urusan kita dengan orang
lain. Kalau gitu langsung aja ya ke intinya. Ini cerita memang kukku gak tahu
kenyataan atau tidak. Tapi kukku yakin, salah satiu dari kita akan
merasakannya. Selamat membaca J.
Di
suatu perkampungan yang memang sudah maju dengan akidah yang masih terjaga,
kecuali Bati. Dia preman sekaligus pembuat onar di kampung itu. Semua warga
tidak pernah suka dengan kehadirannya
di kampung bahkan sangat membencinya. Tapi karna rasa takut akan perilakunya
yang nekat menyakiti siapa yang melawannya itu yang membuat warga tidak pernah
berani melawannya dan bahkan menasehatinya. Setiap onar yang dibuat olehnya,
masyarakat sudah memakluminya dan tidak pernah ambil pusing lagi.
Suatu
hari di suatu mesjid, ada pengajian ibu-ibu yang memang diisi dengan ceramah
oleh al-ustad yang berasal dari luar kampung. Pak ustad ceramah kepada ibu-ibu
itu tentang taubat dan maha pengampunnya allah swt. Kepada semua
hamba-hambanya. Di tengah-tengah ceramah datang hujan yang sangat lebat, di
iringi oleh petir yang sangat menakutkan. Sang preman sedang jalan-jalan
mencari mangsa. Dan hujannya datang ketika sang preman sedang berada di
lingkungan mesjid. Mau tidak mau, dia berteduh di mesjid yang di dalamnya
sedang ada ceramah al-ustad. Ketika al-ustad selasai ceramah, dia mengijinkan peserta
pengajian itu untuk bertanya jika ada yang masih janggal di hatinya.
Tiba-tiba ada seorang ibu-ibu
memberanikan diri untuk bertanya kepada ustad tersebut. Ketika dia sudah
memberi salam dan memperkenalkan diri, dia bertanya “apakah allah akan mengampuni
preman di desa ini?”. Suaranya sampe keluar mesjid hingga di dengar oleh sang
preman. Kemudian sang ustad menjawab “allah akan mengampuninya apabila dia
memang benar-benar bertaubat dengan taubatan nasuhah”. “tetapi dia sudah
memiliki dosa yang sangat banyak. Dia bahkan tidak pernah melakukan kebaikan
kepada semua masyarakat di desa ini’ kata ibu-ibu itu dengan nada menjelaskan
yang kemudian di setujui oleh ibu-ibu lain. “allah akan mengampuninya. Karna
allah maha pengampun wlaupun dia memiliki dosa sebanyak buih di lautan apabila
dia benar-benar bertaubat, allah akan mengampuninya” kata sang ustad dengan
tegas. Kemudian sang preman menangis dan ingin bertaubat dengan taubatan yang
sebenar-benarnya. Ketika pengajian sudah selesai, semua ibu-iobu pun meninggalkan
mesjid. Dan tinggallah sang ustad yang berada di mesjid yang bersiap-siap untuk
pulang. Sang preman pun mendekati sang ustad dan berkata “apakah yang dikatakan
ustad tadi benar”. “ya, allah pengampun kepada hamba-hambanya. Emangnya
kenapa?” kata ustad sambil tersenyum. “akulah yang dimaksudkan ibu-ibu tadi.
Akulah preman yang selalu meresahkan mereka dan selalu berbuat dosa. Apakah aku
bisa bertaubat pak ustad?” kata sang
preman dengan nada sungguh-sungguh. “Itu tergantung kamu. Bertaubatlah sebelum
allah memanggilmu. Dan jika kamu ingin bertaubat maka mandi wajib terlebih
dahulu untuk membersihkan tubuhmu itu, kemudian sholat taubatlah dengan
perasaan yang memang ingin bertaubat kepada allah dan tak akan mengulanginya
lagi” kata sang ustad dengan nada menjelaskan dan meyakinkan.
Kemudian
sang premanpun pergi mandi wajibdi kamar mandi mesid setelah dia berpamitan
kepada sang ustad. Selama dia mandi, dia menangis karna mengingat perbuatannya
yang selalu jahat. Setelah selesai mandi, dia pergi sholat taubat. Mulai dari
niat sampai sujud terakhir, dia menangis terus. Sampai sampai sajadah yang dia
pakai basah kuyup dengan air matanya. Dan allah memanggil rohnya untuk
menghadap kepada allah sehingga dia meninggal dunia dalam keadaan bersujud.
Keadaan, dimana allah sangat menyukainya dan keadaan dimana bukti seorang hamba
meninggal dalam khusnul khatimah.
Masalah
tidak sampai di situ. Ketika masyarakat menemukan mayatnya di mesjid, semua
orang mencacinya dan ingin membuangnya di sungai tanpa menguburnya. Inilah
bukti bencinya masyarakat kepadanya. Tapi sebelum mereka mengangkat sang mayat.
Pak ustad pun datang karna hpnya tinggal di mesjid semalam. Melihat keadaan
itu, sang ustadpun memarahi warga dan berkata “kenapa kalian mencacinya dan
ingin memperlakukannya seperti binatang. Dia ini hamba allah yang sangat mulia.
Lihatlah sajadahnya penuh dengan air mata. Saya tahu, dia preman yang sering
membuat kalian susah dan meresahkan kalian. Tapi ingatlah bahwa allah telah
mengampuninya, dia sudah bertaubat dengan sungguh sungguh sesuai dengan
taubatan nasuhah. Kuburkan dia dengan baik. Sungguh inilah yang kita harapkan,
yaitu allah memanggil kitadalam keadaan yang sangat di sukai allah yaitu sujud.
Dan mati dalam khusnul khatimah”. Mereka merasa bersalah dan menguburkan sang
preman yang sudah mati dengn layak. Dan subahanallah, kuburannya besinar
seperti ada malaikat yang siap menjemput nya untuk ke surga allah.
Sobat kukku, khusnul khatimah memang adalah harapan kita
semua tapi kita tidak pernah tahu siapa yang akan beruntung mendapat gelar ini
dan bisa saja seperti preman yang di atas. semoga kita adalah salah satu hamba
allah yang allah panggil dalam keadaan khusnul khatimah. Amiin amiin amiin ya
robbal ‘alamin.
Salam sobat kukku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar