Senin, 29 Juni 2015

KHUSNUL KHOTIMAH



KHUSNUL KHOTIMAH


Dalam kehidupan yang kita jalani ini memang sudah wajar antonim itu selalu ada. Tapi antonim yang tidak pernah di pisahkan adalah adanya orang yang soleh dan orang pendosa. Kali ini kukku akan menceritakan tentang seorang pendosa yang mati khusnul khatimah. Pasti para sobat bingung, kenapa seorang pendosa yang kerjaannya cuman mengumpulkan dosa dengan hal-hal yang di larang allah bisa mati dalam khusnul khatimah. Kita tak perlu bingung, karna semuanya urusan allah dengan hambanya. Bukan urusan kita dengan orang lain. Kalau gitu langsung aja ya ke intinya. Ini cerita memang kukku gak tahu kenyataan atau tidak. Tapi kukku yakin, salah satiu dari kita akan merasakannya. Selamat membaca J.

                Di suatu perkampungan yang memang sudah maju dengan akidah yang masih terjaga, kecuali Bati. Dia preman sekaligus pembuat onar di kampung itu. Semua warga tidak pernah suka dengan              kehadirannya di kampung bahkan sangat membencinya. Tapi karna rasa takut akan perilakunya yang nekat menyakiti siapa yang melawannya itu yang membuat warga tidak pernah berani melawannya dan bahkan menasehatinya. Setiap onar yang dibuat olehnya, masyarakat sudah memakluminya dan tidak pernah ambil pusing lagi.
                Suatu hari di suatu mesjid, ada pengajian ibu-ibu yang memang diisi dengan ceramah oleh al-ustad yang berasal dari luar kampung. Pak ustad ceramah kepada ibu-ibu itu tentang taubat dan maha pengampunnya allah swt. Kepada semua hamba-hambanya. Di tengah-tengah ceramah datang hujan yang sangat lebat, di iringi oleh petir yang sangat menakutkan. Sang preman sedang jalan-jalan mencari mangsa. Dan hujannya datang ketika sang preman sedang berada di lingkungan mesjid. Mau tidak mau, dia berteduh di mesjid yang di dalamnya sedang ada ceramah al-ustad. Ketika al-ustad selasai ceramah, dia mengijinkan peserta pengajian itu untuk bertanya jika ada yang masih janggal di hatinya.
Tiba-tiba ada seorang ibu-ibu memberanikan diri untuk bertanya kepada ustad tersebut. Ketika dia sudah memberi salam dan memperkenalkan diri, dia bertanya “apakah allah akan mengampuni preman di desa ini?”. Suaranya sampe keluar mesjid hingga di dengar oleh sang preman. Kemudian sang ustad menjawab “allah akan mengampuninya apabila dia memang benar-benar bertaubat dengan taubatan nasuhah”. “tetapi dia sudah memiliki dosa yang sangat banyak. Dia bahkan tidak pernah melakukan kebaikan kepada semua masyarakat di desa ini’ kata ibu-ibu itu dengan nada menjelaskan yang kemudian di setujui oleh ibu-ibu lain. “allah akan mengampuninya. Karna allah maha pengampun wlaupun dia memiliki dosa sebanyak buih di lautan apabila dia benar-benar bertaubat, allah akan mengampuninya” kata sang ustad dengan tegas. Kemudian sang preman menangis dan ingin bertaubat dengan taubatan yang sebenar-benarnya. Ketika pengajian sudah selesai, semua ibu-iobu pun meninggalkan mesjid. Dan tinggallah sang ustad yang berada di mesjid yang bersiap-siap untuk pulang. Sang preman pun mendekati sang ustad dan berkata “apakah yang dikatakan ustad tadi benar”. “ya, allah pengampun kepada hamba-hambanya. Emangnya kenapa?” kata ustad sambil tersenyum. “akulah yang dimaksudkan ibu-ibu tadi. Akulah preman yang selalu meresahkan mereka dan selalu berbuat dosa. Apakah aku bisa bertaubat pak ustad?”  kata sang preman dengan nada sungguh-sungguh. “Itu tergantung kamu. Bertaubatlah sebelum allah memanggilmu. Dan jika kamu ingin bertaubat maka mandi wajib terlebih dahulu untuk membersihkan tubuhmu itu, kemudian sholat taubatlah dengan perasaan yang memang ingin bertaubat kepada allah dan tak akan mengulanginya lagi” kata sang ustad dengan nada menjelaskan dan meyakinkan.
                Kemudian sang premanpun pergi mandi wajibdi kamar mandi mesid setelah dia berpamitan kepada sang ustad. Selama dia mandi, dia menangis karna mengingat perbuatannya yang selalu jahat. Setelah selesai mandi, dia pergi sholat taubat. Mulai dari niat sampai sujud terakhir, dia menangis terus. Sampai sampai sajadah yang dia pakai basah kuyup dengan air matanya. Dan allah memanggil rohnya untuk menghadap kepada allah sehingga dia meninggal dunia dalam keadaan bersujud. Keadaan, dimana allah sangat menyukainya dan keadaan dimana bukti seorang hamba meninggal dalam khusnul khatimah.
                Masalah tidak sampai di situ. Ketika masyarakat menemukan mayatnya di mesjid, semua orang mencacinya dan ingin membuangnya di sungai tanpa menguburnya. Inilah bukti bencinya masyarakat kepadanya. Tapi sebelum mereka mengangkat sang mayat. Pak ustad pun datang karna hpnya tinggal di mesjid semalam. Melihat keadaan itu, sang ustadpun memarahi warga dan berkata “kenapa kalian mencacinya dan ingin memperlakukannya seperti binatang. Dia ini hamba allah yang sangat mulia. Lihatlah sajadahnya penuh dengan air mata. Saya tahu, dia preman yang sering membuat kalian susah dan meresahkan kalian. Tapi ingatlah bahwa allah telah mengampuninya, dia sudah bertaubat dengan sungguh sungguh sesuai dengan taubatan nasuhah. Kuburkan dia dengan baik. Sungguh inilah yang kita harapkan, yaitu allah memanggil kitadalam keadaan yang sangat di sukai allah yaitu sujud. Dan mati dalam khusnul khatimah”. Mereka merasa bersalah dan menguburkan sang preman yang sudah mati dengn layak. Dan subahanallah, kuburannya besinar seperti ada malaikat yang siap menjemput nya untuk ke surga allah.
Sobat kukku, khusnul khatimah memang adalah harapan kita semua tapi kita tidak pernah tahu siapa yang akan beruntung mendapat gelar ini dan bisa saja seperti preman yang di atas. semoga kita adalah salah satu hamba allah yang allah panggil dalam keadaan khusnul khatimah. Amiin amiin amiin ya robbal ‘alamin.
Salam sobat kukku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar