Ramadhan taubatku
Hadi adalah
salah seorang preman di kota yang cukup besar ini yang ingin bertaubat. Tetapi
taubatnya hanya di mulut saja, karna yang ada di pikirannya saat ingin bertobat
adalah “ lebih baik bertobatnya di bulan ramadhan” menurutnya di bulan ramadhan
taubatnya akan di terima oleh allah swt. Dengan cepat. Makanya, dia
bersenang-senang dulu dengan pekerjaannya sebagai preman karna nanti kalau
sudah bertaubat dia tidak akan bisa lagi melakukannya. Dia banyak mencuri,
minuman keras, berzina, berjudi, dan memeras orang-orang yang dia jumpai di
jalan. Banyak orang yang merasa terganggu dengan perilakunya di kota itu,
tetapi tidak seorangpun yang berani melawannya. Sering kali dia keluar masuk
penjara akibat perilakunya itu.
Sebenarnya, dia ingin bertobat hanya
karna paksaan ibunya yang memang sudah tua dan sakit-sakitan. Dia tidak
memiliki siapa-siapa lagi selain ibunya, yang memang sudah banting tulang
mencari nafkah selama dia masih kecil sebelum menjadi preman seperti sekarang
ini. dia sangat menyayangi ibunya, sehingga demi menyenangkan hati ibunya, dia
rela bertaubat wlaupun karna paksaan ibunya. Tapi yang membuat ibunya sedih,
dia hanya ingin bertaubat di bulan ramadhan tanpa ada penjelasan dari anaknya.
Makanya dia mencuri sebanyak banyaknya, kemudian di gunakan untuk minum
alkohol, berzina, berjudi dan perilaku maksiat lainnnya.
Tiga hari sebelum bulan ramadhan,
dia mencuri dompet seorang ustad. Ustad itu mengetahuinya, dan mengatakan
padanya. “ kau boleh mengambil dompet ku ini, tapi jangan ulangi perbuatan mu
ini. bertaubatlah sebelum ajal menjemputmu”. Hadi heran dengan perilaku ustad
itu, kemudian dia mengatakan “ aku akan taubat di bulan ramadhan ini, aku hanya
ingin melakukan maksiat sepuasnya sebelum nanti aku tidak dapat lagi
melakukannya”. Ustad itu lalu tersenyum seraya berkata” ajal itu datang dengan
tiba-tiba tanpa kamu sadari. Bertaubatlah sebelum nanti kau tidak dapat
bertaubat lagi”. Hadi hanya tersenyum
sambil berlari dari hadapan sang ustad dengan membawa dompet ustad yang dia
curi tadi. Sang ustad lalu tersenyum lalu berdoa semoga dia cepat bertaubat
sebelum ajal menjemputnya dan sang ustad pun melanjutkan perjalanannya seperti
tidak ada yang terjadi padanya.
Dua hati sebelum bulan ramadhan,
Hadi berpesta pora dengan semua hasil curiannya. Dia mabuk-mabukan semalaman di
sebuah cafe yang sangat jauh dari rumahnya. Pagi harinya, dia kembali ke
rumahnya dan tidur di tempat tidurnya. Pada waktu tidur, malaikat izrail
mendatanginya seraya berkata “ sudah tidak ada lagi kata taubat untukmu. Sekarang
sudah tiba saat nya aku melaksanakan tugasku, untuk mencabut nyawamu. Terimalah
azab allah sebagai balasan atas apa yang kamu kerjakan selama ini”. air mata
Hadi keluar ketika dia tidur, kemudian dia seperti ayam yang urat nadinya di
potong. Terlempar ke sana ke mari tanpa ada yang menyentuhnya. Sang ibupun yang
melihat anaknya dengan kondisi seperti itu pun menangis. Tak lama kemudian,
tubuh Hadi pun berhenti dan tak bernafas lagi. Sang ibu menangis sambil berdo’a
kepada allah “ ya allah, ampuni lah dosa-dosa anakku ini, sesungguhnya dia
sangat menyayangi aku” kemudian memeluk anaknya untuk yang terakhir kalinya.
Sobat,
jangan tunggu-tunggu untuk bertaubat, karna kita tidak tahu kapan allah akan
memanggil kita. suci kan dirimu di bulan ramadhan ini dengan memperbanyak
bertaubat kepada allah, karna sesungguhnya
kita tidak lepas dari dosa dunia.
Salam
sobat kukku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar