Senin, 29 Juni 2015

Ramadhan Taubatku



Ramadhan taubatku



            Hadi adalah salah seorang preman di kota yang cukup besar ini yang ingin bertaubat. Tetapi taubatnya hanya di mulut saja, karna yang ada di pikirannya saat ingin bertobat adalah “ lebih baik bertobatnya di bulan ramadhan” menurutnya di bulan ramadhan taubatnya akan di terima oleh allah swt. Dengan cepat. Makanya, dia bersenang-senang dulu dengan pekerjaannya sebagai preman karna nanti kalau sudah bertaubat dia tidak akan bisa lagi melakukannya. Dia banyak mencuri, minuman keras, berzina, berjudi, dan memeras orang-orang yang dia jumpai di jalan. Banyak orang yang merasa terganggu dengan perilakunya di kota itu, tetapi tidak seorangpun yang berani melawannya. Sering kali dia keluar masuk penjara akibat perilakunya itu.
            Sebenarnya, dia ingin bertobat hanya karna paksaan ibunya yang memang sudah tua dan sakit-sakitan. Dia tidak memiliki siapa-siapa lagi selain ibunya, yang memang sudah banting tulang mencari nafkah selama dia masih kecil sebelum menjadi preman seperti sekarang ini. dia sangat menyayangi ibunya, sehingga demi menyenangkan hati ibunya, dia rela bertaubat wlaupun karna paksaan ibunya. Tapi yang membuat ibunya sedih, dia hanya ingin bertaubat di bulan ramadhan tanpa ada penjelasan dari anaknya. Makanya dia mencuri sebanyak banyaknya, kemudian di gunakan untuk minum alkohol, berzina, berjudi dan perilaku maksiat lainnnya.
            Tiga hari sebelum bulan ramadhan, dia mencuri dompet seorang ustad. Ustad itu mengetahuinya, dan mengatakan padanya. “ kau boleh mengambil dompet ku ini, tapi jangan ulangi perbuatan mu ini. bertaubatlah sebelum ajal menjemputmu”. Hadi heran dengan perilaku ustad itu, kemudian dia mengatakan “ aku akan taubat di bulan ramadhan ini, aku hanya ingin melakukan maksiat sepuasnya sebelum nanti aku tidak dapat lagi melakukannya”. Ustad itu lalu tersenyum seraya berkata” ajal itu datang dengan tiba-tiba tanpa kamu sadari. Bertaubatlah sebelum nanti kau tidak dapat bertaubat lagi”.  Hadi hanya tersenyum sambil berlari dari hadapan sang ustad dengan membawa dompet ustad yang dia curi tadi. Sang ustad lalu tersenyum lalu berdoa semoga dia cepat bertaubat sebelum ajal menjemputnya dan sang ustad pun melanjutkan perjalanannya seperti tidak ada yang terjadi padanya.
            Dua hati sebelum bulan ramadhan, Hadi berpesta pora dengan semua hasil curiannya. Dia mabuk-mabukan semalaman di sebuah cafe yang sangat jauh dari rumahnya. Pagi harinya, dia kembali ke rumahnya dan tidur di tempat tidurnya. Pada waktu tidur, malaikat izrail mendatanginya seraya berkata “ sudah tidak ada lagi kata taubat untukmu. Sekarang sudah tiba saat nya aku melaksanakan tugasku, untuk mencabut nyawamu. Terimalah azab allah sebagai balasan atas apa yang kamu kerjakan selama ini”. air mata Hadi keluar ketika dia tidur, kemudian dia seperti ayam yang urat nadinya di potong. Terlempar ke sana ke mari tanpa ada yang menyentuhnya. Sang ibupun yang melihat anaknya dengan kondisi seperti itu pun menangis. Tak lama kemudian, tubuh Hadi pun berhenti dan tak bernafas lagi. Sang ibu menangis sambil berdo’a kepada allah “ ya allah, ampuni lah dosa-dosa anakku ini, sesungguhnya dia sangat menyayangi aku” kemudian memeluk anaknya untuk yang terakhir kalinya.

Sobat, jangan tunggu-tunggu untuk bertaubat, karna kita tidak tahu kapan allah akan memanggil kita. suci kan dirimu di bulan ramadhan ini dengan memperbanyak bertaubat kepada allah, karna sesungguhnya  kita tidak lepas dari dosa dunia.
Salam sobat kukku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar