Langkah
kakiku bergerak cepat, seperti biasa melintasi jalan berbatu menuju sekolah.
Tatapan ku kosong, tidak punya tujuan sama sekali. Hari-hari berulang terus
menerus. Hidup serasa tidak berwarna. Jalanan ramai seakan sepi, hanya aku
sendiri. Bosan rasanya selalu seperti ini. Namun, entah bagaimana caranya untuk
menghilangkan rasa jenuh yang sudah akut ini.
Sampai
di gerbang sekolah, satpam menatapku tajam. Seakan hendak menyuruhku berlari.
Namun, langkah kakiku kali ini melambat menantang sang penjaga gerbang. Kali
ini ia menutup pagarnya sedikit demi sedikit. Tapi tetap saja hatiku keras, aku
tetap berjalan dengan santainya. Pertarungan antara batin kamipun berakhir,
kemenangan berada di tanganku. Ia meninggalkan sedikit celah untuk ku lewati.
Beberapa saat kemudian suaranya keluar keras menyuruh siswa-siswa berlari di
luar sana.

