Langkah
kakiku bergerak cepat, seperti biasa melintasi jalan berbatu menuju sekolah.
Tatapan ku kosong, tidak punya tujuan sama sekali. Hari-hari berulang terus
menerus. Hidup serasa tidak berwarna. Jalanan ramai seakan sepi, hanya aku
sendiri. Bosan rasanya selalu seperti ini. Namun, entah bagaimana caranya untuk
menghilangkan rasa jenuh yang sudah akut ini.
Sampai
di gerbang sekolah, satpam menatapku tajam. Seakan hendak menyuruhku berlari.
Namun, langkah kakiku kali ini melambat menantang sang penjaga gerbang. Kali
ini ia menutup pagarnya sedikit demi sedikit. Tapi tetap saja hatiku keras, aku
tetap berjalan dengan santainya. Pertarungan antara batin kamipun berakhir,
kemenangan berada di tanganku. Ia meninggalkan sedikit celah untuk ku lewati.
Beberapa saat kemudian suaranya keluar keras menyuruh siswa-siswa berlari di
luar sana.
Tatapanku
berpaling kearah depan. Mataku menganalisa setiap orang yang melewatiku. “Sombong,
tapi tidak punya skill apa-apa” batinku pada seseorang yang lewat.
“Yang ini cantik, tapi seperti
cewek murahan” penilaianku pada seorang wanit yang berjalan riang menuju
kelasnya.
Tidak ada yang menarik
perhatianku. Semuanya sama saja, tidak ada yang beres. Analisaku harini tidak
berbeda dengan hari biasanya. Hingga saat hendak sampai di depan kelas. Aku
berpapasan dengan seorang wanita.Menyandang tas dengan corak yang tak asing bagiku.
Tingginya kalah denganku. Menatap kearah bawah seperti yang biasa kulakukan.
“Cantik, Baik, Pintar, Soleha”
Analisaku berkata. Langkah ku terdiam sejenak, lalu
“Akh, Omong kosong”. Ku lanjutkan
langkahku kedalam kelas.
Kelas yang
belum saja dimulai sudah riuh dengan tugas yang belum selesai. Seperti biasa,
hari ini pasti ada Tugas yang harus di antar sebelum pelajaran itu dimulai. Aku
duduk, masih saja dengan tatapan kosong.
...................../>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar