Di suatu lingkungan kerajaan, hiduplah
sepasang suami istri yang sangat serasi. Dimana ada sang istri pasti di situ
pulalah sang suami dan apa yang dikatakan suami selalu di patuhi istri dan
sebaliknya. Hidup mereka di penuhi dengan kebahagiaan lahiriyah dan batiniyah.
Ekonomi dan keturunan adalah salah satu faktor yang mengurangi kebahagiaan
mereka. Tetapi berkat ke setiaan satu sama lain, membuat mereka menikmati
hidupnya dan tampak bahagia dengan kehidupan mereka yang mereka jalani.
Kebiasaan yang membuat mereka bisa menjadi bahagia adalah dengan selalu
bersyukur dan mengerjakan perintah allah baik yang wajib maupun yang sunah.
Setiap hari mereka mengerjakan sholat tahajjud bersama supaya allah memberi
mereka ketentraman hati dan kebahagiaan dunia akhirat.
Pada
zaman dahulu kala, hiduplah seekor kucing yang sangat pemalas dan selalu
mengeluh akan hidup yang dia jalani. Sahari-hari dia mencari makan di tempat
sampah masyarakat di suatu pedesaan. Makanan sehari-harinya adalah makanan sisa
dari warga tersebut. Suatu ketika dia merasa tersiksa akan hidupnya, dan
berdo’a kepada allah “Ya allah, engkau mengetahui semua keadaan makhluk yang
engkau ciptakan. Aku merasa tersiksa
akan kehidupanku ini. Aku mohom supaya
engkau menjadikanku seorang manusia agar aku dapat hidup bahagia.” Dalam
sekejap allah mengabulkan do’a sang kucing dan dia berubah wujud menjadi
seorang manusia tapi tanpa sehelai benang pun di tubuhnya. Dia tetap pemalas
bahkan untuk mendapatkan makanan dan pakaian saja dia tidak sanggup. Dan
akhirnya dia kembali ke kebiasaannya yang dulu yaitu bergantung kepada sisa
makanan masyarakat desa dan pakaian yang dia dapat di tempat sampah salah satu
warga desa.