Senin, 06 Juli 2015

Kembali Seperti Semula



Kembali seperti semula


Memang terkadang cinta juga dapat membuat seseorang merasakan sakit hati yang tak pernah dia rasakan sebelumnya. Kehidupan yang dulu kita rasakan begitu indah dan bertambah indah dengan kedatangannya di kehidupan kita malah berakhir dengan kesedihan yang berbekas di hati seorang insan yang mungkin tak kan pernah dia lupakan. Sehingga seorang yang sudah sakit hati seperti ini akan ingin hidupnya kembali lagi seperti sebelum dia mengenal si pujaan hati. Seperti itulah perasaan yang pernah dialami kukku yang ingin kukku ceritakan kepada para sobat, sehingga kita dapat menjaga perasaan orang yang menyayangi kita dan dapat pula menghargainya supaya hatinya tidak sakit dalam hal itu. Selamat membaca 

Berakhir Dengan Kesyirikan



Berakhir dengan kesyirikan


                 Di suatu perkampungan, ada seorang bapak tua yang sangat alim. Hari-harinya di habiskan untuk beribadah dan menebarkan kebaikan. Orang-orang di perkampungan tersebut sangat menghormatinya karna semua perilakunya yang tidak pernah meresahkan warga. Dia tidak memiliki keluarga tetapi wargalah yang menjadi keluarganya, sebab para warga sangat menyayanginya.

JAUHI RIA



JAUHI RIA




                Di sebuah perkampungan, hiduplah seorang lelaki dengan cacat fisik yang di deritanya sejak kecil. Dia hanya memliki satu lengan dan satu kaki. hidupnya di penuhi dengan cacian yang datang sili berganti setiap harinya. sekarang dia sudah beranjak dewasa dan sudah mengetahui agama lebih dalam. Dia berpikir untuk mencari tuhan dan ingin memohon agar di berikan fisik  yang sempurna.

HIDUP



HIDUP


Hidup memang harus di jalani walaupun terkadang selalu kesakitan yang kita dapatkan. Untuk para sobat kukku, kukku ingin memberikan cerita dari para ulama yang memang dapatnya sih dari ceramah ustad di mesjid. Tapi gak apa-apa lah yang penting sekedar ingin mengingatkan tentang hidup yang sebanarnya di dunia islam. Jangan lupa ya, ambil hikmah dari ceritanya dan semoga bermanfaat bagi para sobat kukku.

Jumat, 03 Juli 2015

Tak Ku Sangka



"Dek, bagi duitnya dek, saya belum makan dari semalam" pinta pengemis kepadaku. Aku iba melihatnya, bajunya kumal. Tanpa alas kaki, membawa seorang anak di gendongannya meyakinkanku untuk memberinya sebagian duitku. "Ini bu, saya cuma punya segini." kataku sambil memberikan duit 100.000 kepadanya. "Wah, alhamdulillah. Ini kebanyakan dek." "Tidak apa-apa bu, saya masih punya banyak duit." Pengemis itupun senang dan pergi meninggalkanku. Akupun melanjutkan langkahku menuju rumah. Ya, aku baru saja pulang dari sekolah. Hari ini aku berpesan untuk tidak di jemput karena aku ingin sekali berjalan kaki seperti temanku lainnya. Aku memang tidak pernah pulang jalan kaki. Sejak SD aku di antar jemput oleh supir. Dan itu sangat membosankan bagiku.