Ruang kelas hening, tidak ada yang berani berbicara. Pak Fery yang merupakan guru terpandang di sekolah ini baru saja memarahi kami semua. Dia tidak tahan melihat kelakuan kami murid-muridnya.
"Kalian sudah keterlaluan!. Mau jadi apa kalian nanti?"
Kata-kata itulah yang biasa ia pakai saat sudah marah. Kemarin, Andi dan Pa'i kedapatan mengkopek saat ujian lalu membagi-bagikannya dengan kami sekelas. Karena itu, sebagai Wali kelas ia malu dengan laporan Pengawas Ujian kami kemarin. Ia meluapkan semua emosinya pada kami.Pak Ferypun, menatap tajam setiap orang di kelas ini. Tatapannya terhenti ketika melihat wajahku.
25 Tahun silam. Di sebuah kota kecil, beberapa remaja bergegas pergi kesekolah. Jalanan di pagi hari seperti biasa, padat dengan kendaraan yang hendak menuju kesekolah ataupun kekantor.
"Tadi malam, ibu mendapat kabar gembira. Salah satu siswa kita meraih prestasi yang membanggakan. Santoso, ayo maju kedepan". Kata ibu kepala sekolah sembari memanggil Santoso.
"Santoso, mendapat Juara 1 olimpiade Fisika tingkat provinsi. Tepuk tangan anak-anak"
Semuanya bertepuk tangan, kagum dengan apa yang telah di capai Santoso. Ya, Santoso selalu mendapatkan prestasi yang membanggakan. Dalam satu semester ini, dia sudah mendapatkan 5 piala. Mulai dari Olimpiade, Karya Tulis, Olahraga, dan banyak lainnya.


